Keramik merupakan material populer yang menjadi pelapis dinding dan pelindung lantai. Namun, tahukah Anda bahwa terdapat perbedaan pada keramik lantai dan keramik dinding? Benar, dua jenis keramik tersebut memiliki perbedaan menonjol yang disesuaikan untuk pemakaiannya.
Oleh karena itu, jika keramik tersebut terpakai tidak sesuai jenisnya, terdapat risiko yang bisa menanti. Bahkan, banyak risiko tersebut bisa membahayakan.
Penasaran seperti apa perbedaan penting antara keramik lantai dan keramik dinding? Mari simak pembahasan berikut ini.
Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding
Terdapat tiga perbedaan menarik dan penting antara keramik lantai dan keramik dinding sebagai berikut:
1. Fungsi
Mari mengawali pembahasan dengan dasarnya, yakni fungsi dan tujuannya. Lantas, apa yang menjadi tujuan dua jenis keramik ini?
Anda pasti sudah tahu bahwa lantai akan sering terinjak-injak oleh kaki atau benda-benda sekitar rumah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, keramik untuk lantai harus memiliki kemampuan untuk menahan beban.
Pada ruangan tertentu, misalnya kamar mandi, teras, atau dapur, jenis keramik juga harus memiliki kelebihan khusus. Mulai dari anti selip, anti karat, hingga anti lumut.
Sementara itu, keramik dinding biasanya berfungsi tidak hanya sebagai pelindung, tetapi juga meningkatkan kesan estetik.
Sayangnya, keramik dinding tidak memiliki kemampuan menahan tekanan yang sama dengan keramik lantai.
2. Bentuk, Ukuran, dan Ketebalan
Jika membicarakan terkait fungsi, Anda mungkin mempertimbangkan tiga aspek penting lain. Ketiganya adalah bentuk, ukuran, dan ketebalan. Tentunya, keramik dinding dan keramik lantai memiliki ketiga hal yang berbeda.
Dilansir dari The Asian Parent, keramik lantai biasanya memiliki bentuk bujur sangkar dan berukuran lebih besar. Melihat dari fungsinya tadi, ketebalannya pun harus lebih besar juga.
Lain halnya dengan keramik dinding. Jenis keramik ini memiliki bentuk persegi panjang dan berukuran lebih kecil. Sedangkan ketebalannya bahkan lebih kecil.
Lantas, bagaimana kalau keramik lantai terpasang di dinding? Ternyata, keramik jenis tersebut bisa mudah terlepas dan jatuh. Begitu pula dengan keramik dinding di lantai yang akan mudah pecah.
3. Pemasangan
Meski sama-sama menggunakan perekat keramik pada pemasangannya, namun ternyata cara pemasangan kedua jenis keramik ini berbeda. Sekali lagi, keramik dinding dan keramik lantai memiliki ukuran, bentuk, dan ketebalan tertentu. Alhasil, ini menjadikan cara pemasangannya berbeda.
Berdasarkan ketiga aspek tadi, pemasangan keramik dinding lebih mudah. Pasalnya, keramik ini memiliki ukuran kecil dan tipis. Maka dari itu, proses pemotongannya pun mudah. Sebaliknya, keramik lantai memiliki ukuran besar dan lebih tebal, sehingga membutuhkan alat pemotong khusus sebelum memasangnya.
Untuk proses selanjutnya, metodenya pun kurang lebih sama, Anda bisa memasang keramik seperti biasa.
Demikianlah lima perbedaan keramik lantai dan keramik dinding. Jangan sampai terbalik hingga membahayakan ya. Selain itu, Agar meningkatkan daya tahannya pada bangunan, gunakanlah SCG Mortar perekat keramik yang memiliki formula berkualitas yang menjadikan daya rekat lebih kuat.
